Abortus atau keguguran adalah kondisi kehilangan janin sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi ibu hamil karena bisa membawa dampak fisik maupun psikologis yang cukup berat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui macam-macam abortus, penyebab, tanda-tanda, serta cara penanganannya agar bisa dilakukan penanganan medis secara tepat dan cepat.
Apa Itu Abortus?
Abortus adalah istilah medis untuk keguguran, yaitu berhentinya kehamilan secara spontan sebelum janin berkembang sempurna. Keguguran umumnya terjadi di trimester pertama kehamilan, yakni dalam 12 minggu pertama. Namun, abortus juga bisa terjadi sampai usia kehamilan 20 minggu, walaupun risikonya semakin kecil.
Penting untuk membedakan abortus spontan dengan abortus yang sengaja dilakukan (aborsi). Dalam artikel ini, yang dibahas adalah abortus spontan, sebab aborsi yang disengaja memiliki aspek hukum dan etika tersendiri.
Macam-Macam Abortus Berdasarkan Tipe dan Penyebabnya
Secara umum, abortus dibagi menjadi beberapa macam sesuai dengan gejala klinis dan perkembangan kehamilan. Berikut ini adalah macam-macam abortus yang sering ditemukan dalam dunia medis:
1. Abortus Iminens (Ancaman Keguguran)
Abortus imminens adalah kondisi di mana ibu hamil mengalami tanda-tanda keguguran seperti perdarahan vagina dan nyeri perut, namun serviks (leher rahim) masih tertutup dan janin masih hidup. Dalam kondisi ini, keguguran belum terjadi tetapi ada risiko tinggi keguguran jika tidak ditangani dengan baik.
Contoh: Seorang ibu hamil usia 8 minggu tiba-tiba mengalami pendarahan sedikit dan kram perut. Dokter memeriksa dan menemukan serviks masih tertutup. Kondisi ini disebut abortus imminens.
2. Abortus Inevitabel
Abortus inevitabel terjadi ketika tanda-tanda keguguran semakin jelas dan serviks mulai membuka. Dalam kasus ini, janin tidak dapat diselamatkan dan keguguran hampir pasti akan terjadi. Biasanya disertai dengan perdarahan banyak dan nyeri hebat.
Contoh praktis: Jika ibu hamil yang awalnya mengalami perdarahan ringan kemudian serviks terbuka dan pendarahan meningkat, maka dokter mengatakan kondisi tersebut adalah abortus inevitabel dan kehamilan tidak dapat diteruskan.
3. Abortus Inkomplet
Abortus inkomplet terjadi saat sebagian jaringan janin dan plasenta telah keluar, namun ada sisa jaringan yang masih tertinggal dalam rahim. Kondisi ini berisiko menyebabkan infeksi jika tidak dibersihkan.
Misalnya, seorang ibu mengalami keguguran tapi masih mengeluarkan sisa jaringan setelahnya. Dokter biasanya akan melakukan tindakan kuretase untuk membersihkan rahim agar tidak terjadi komplikasi.
4. Abortus Komplet
Abortus komplet berarti seluruh jaringan janin dan plasenta telah keluar dari rahim secara sempurna, dan serviks sudah menutup kembali. Biasanya ibu akan merasa lega karena tidak ada sisa jaringan yang tertinggal dan perdarahan pun mulai berhenti.
Contoh: Setelah mengalami pendarahan dan kontraksi, ibu mengeluarkan seluruh janin dan plasenta. Dokter memeriksa dan menemukan rahim sudah bersih, maka ini disebut abortus komplet.
5. Abortus Tersangkut (Missed Abortion)
Abortus tersangkut atau missed abortion adalah kondisi di mana janin sudah berhenti berkembang atau mati dalam rahim tapi belum dikeluarkan secara alami. Pada tipe ini, ibu mungkin tidak mengalami gejala keguguran yang jelas, sehingga sering tidak diketahui sampai dilakukan pemeriksaan USG.
Contoh sederhana: Seorang ibu usia kehamilan 10 minggu merasa normal tapi setelah kontrol USG diketahui janin sudah tidak bernyawa. Ini adalah contoh abortus tersangkut.
6. Abortus Septik
Abortus septik adalah keguguran yang disertai infeksi pada rahim dan jaringan sekitar. Kondisi ini sangat berbahaya karena infeksi dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Biasanya abortus septik terjadi akibat prosedur aborsi yang tidak steril atau keguguran yang tidak mendapat perawatan memadai. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri hebat, perdarahan berbau busuk, dan keluarnya nanah.
Penyebab Abortus
Abortus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari janin, ibu, maupun lingkungan. Beberapa penyebab umum antara lain:
- Kelainan kromosom janin: Penyebab paling umum keguguran di trimester pertama.
- Infeksi: Infeksi virus, bakteri, atau parasit yang menyerang ibu hamil.
- Masalah hormonal: Gangguan produksi hormon progesteron yang penting menjaga kehamilan.
- Gangguan anatomi rahim: Seperti bentuk rahim tidak normal, adanya polip, atau fibroid.
- Gaya hidup tidak sehat: Merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat terlarang.
- Penyakit kronis ibu: Diabetes, hipertensi, lupus, dan lainnya.
- Trauma fisik: Cedera atau benturan keras pada perut.
Tanda dan Gejala Abortus yang Perlu Diwaspadai
Mengetahui tanda dan gejala abortus dapat membantu ibu hamil segera mendapatkan pertolongan medis yang tepat. Beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain:
- Perdarahan dari vagina, mulai dari bercak ringan sampai perdarahan berat.
- Nyeri atau kram di perut bagian bawah seperti saat menstruasi.
- Keluar jaringan seperti gumpalan darah atau cairan dari vagina.
- Hilangnya tanda-tanda kehamilan seperti muntah, payudara nyeri, dan lainnya.
- Demam dan bau tidak sedap dari cairan vagina (jika terjadi infeksi).
Cara Penanganan Abortus
Penanganan abortus bergantung pada jenis dan kondisi ibu saat mengalami keguguran. Berikut beberapa langkah yang biasanya dilakukan:
Istirahat dan Pengawasan
Pada abortus imminens, dokter akan menyarankan ibu untuk istirahat total, menghindari aktivitas berat, dan mengontrol tanda-tanda vital serta perdarahan. Kadang diberi obat penguat kehamilan seperti progesteron.
Tindakan Medis
Abortus inevitabel dan inkomplet biasanya memerlukan intervensi seperti kuretase (pengikatan dan pengeluaran sisa jaringan) atau dilatasi dan kuretase (D&C) untuk membersihkan rahim agar tidak terjadi perdarahan berkelanjutan dan infeksi.
Obat-Obatan
Terkadang dokter memberikan obat-obatan yang membantu mengeluarkan sisa janin atau mengurangi perdarahan, serta antibiotik jika ditemukan infeksi.
Penanganan Abortus Tersangkut
Karena janin sudah mati tapi belum dikeluarkan, maka dibutuhkan tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan tersebut agar rahim bersih dan ibu terhindar dari komplikasi.
Tangani Abortus Septik dengan Serius
Abortus septik memerlukan perawatan intensif dengan antibiotik, pengeluaran jaringan yang terinfeksi, dan pemantauan ketat. Penanganan terlambat bisa berakibat fatal.
Cara Mencegah Abortus
Meskipun abortus tidak selalu bisa dicegah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu hamil untuk meminimalisir risiko keguguran:
- Rutin menjalani pemeriksaan kehamilan untuk memantau kondisi janin dan kesehatan ibu.
- Menerapkan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan hindari stres berlebih.
- Hindari merokok, alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang selama kehamilan.
- Segera konsultasi ke dokter jika mengalami tanda-tanda keguguran.
- Jaga kebersihan diri untuk menghindari infeksi.
- Kelola penyakit kronis dengan baik sesuai anjuran dokter.
Kesimpulan
Abortus atau keguguran merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan memiliki berbagai macam tipe berdasarkan gejala dan proses keguguran itu sendiri. Mulai dari abortus imminens yang masih berupa ancaman keguguran hingga abortus septik yang berisiko infeksi serius. Mengetahui macam-macam abortus beserta penanganannya sangat penting agar ibu hamil bisa segera mendapatkan pertolongan yang tepat dan menjaga kesehatan reproduksinya.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala keguguran, jangan ragu untuk segera menghubungi tenaga medis agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang sesuai.
FAQ Seputar Macam-Macam Abortus
Apa bedanya abortus imminens dan abortus inevitabel?
Abortus imminens adalah tahap awal dengan tanda keguguran tetapi serviks masih tertutup dan janin masih hidup, sedangkan abortus inevitabel terjadi ketika serviks sudah membuka dan keguguran tidak bisa dihindari. Wikipedia Bahasa Indonesia
Apakah keguguran selalu terjadi dengan pendarahan hebat?
Tidak selalu, beberapa jenis abortus terutama abortus tersangkut bisa terjadi tanpa perdarahan hebat atau gejala yang jelas sehingga perlu pemeriksaan USG untuk memastikan kondisi janin.
Bisakah abortus dihindari sepenuhnya?
Tidak semua abortus bisa dicegah karena banyak faktor yang tidak dapat dikontrol seperti kelainan kromosom janin. Namun, menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin dapat mengurangi risiko keguguran. Apakah Boleh Berhubungan Saat Haid? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Anda Ketahui
Apakah semua keguguran membutuhkan tindakan medis?
Tergantung pada jenis abortus dan kondisi ibu. Abortus komplet mungkin tidak memerlukan tindakan lanjutan, tapi abortus inkomplet dan septik membutuhkan penanganan medis untuk mencegah komplikasi.
Kapan harus segera ke dokter jika mengalami tanda keguguran?
Segera ke dokter jika mengalami perdarahan vagina, nyeri perut hebat, keluarnya jaringan dari vagina, atau demam tinggi selama kehamilan terutama di trimester pertama.